Sumber Online belajar teknik fotografi untuk pemula dan penyedia kaos bertema fotografi sebagai identitas Anda.

Senin, 17 September 2012

Memilih Pengaturan ISO

Belajar Fotografi - Ketika mempelajari tentang konsep 'Exposure Triangle' atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan segitiga eksposure, mungkin Sobat pernah bertanya 'Berapa nilai ISO yang harus saya gunakan untuk hasil terbaik?' Merubah pengaturan ISO pada kamera kalian memberikan dampak terhadap tingkat kesensitifan sensor gambar yang ada di dalam kamera terhadap CAHAYA. Semakin rendah bilangan ISO yang Sobat pilih maka tingkat sensitifitas akan cahaya juga akan semakin renda, dan juga sebaliknya semakin tinggi bilangan ISO maka akan sensor gambar kamera akan semakin sensitif.

As Requested: ISO Low Light Comparisons


Pengaturan tersebut diatas berguna ketika Sobat memotret pada konsisi atau situasi pencahayaan yang berbeda, biasanya ketika pada kondisi pencahayaan renda dan Sobat tidak memungkinkan untuk menggunakan flash (dalam kasus ini SObat harus meninggikan ISO). Dampak yang paling terlihat ketika menaikkan pengaturan ISO adalah kemungkinan NOISE atau GRAIN dalam hasil foto juga akan meningkat. Sobat mungkin tidak akan menyadari adanya GRAIN dalam foto ketika melihatnya pada LCD kamera, tetapi ketika Anda me-review ulang di Personal Computer GRAIN atau NOISE tersebut akan dengan jelas terlihat. Diatas merupkan satu contoh dimana saat memotret semuanya menggunakan pengaturan kamera yang sama kecuali untuk pengaturan ISO (100 dan 1600). Aturan dasar dalam menggunakan ISO adalah, Sobat harus memilih ISO serendah mungkin untuk mendapatkan hasil foto yang halus serta bebas dari GRAIN.

Pertanyaan yang harus dijawab dalam mengambil keputusan tentang ISO


Ketika memotret dalam kondisi rendah atau kurang cahaya mungkin memang tidak ada cara alternatif lain jadi berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang disarankan untuk Sobat jawab ketika memilih ISO berapa yang tepat untuk pemotretan.
  • Apakah Sobat memegang kamera tersebut? - Ketika menggunakan Tripod, mungkin kalian akan mampu untuk menggunakan shutter speed lambat, dan ini berarti Sobat bisa menggunakan ISO rendah.
  • Apakah subyek foto bergerak? - Jika subyek foto Sobat 'still' atau diam (Still-life) dan Anda memiliki tripod yang bisa digunakan, maka Sobat bisa menggunakan shutter speed rendah dan menggunakan ISO rendah.
  • Apakah Sobat membutuhkan Depth of Field? - Jika Sobat tidak membutuhkan Depth of Field lebar, mungkin kalian bisa memperlebar aperture dimana cahaya akan masuk ke dalam sensor lebih banyak dan menggunakan ISO lebih rendah.
  • Apakah Sobat bisa menambahkan cahaya buatan? - Penggunakan sumber cahaya lain seperti flash atau lampu bisa membantu kalian untuk mendapatkan cahaya lebih dan bisa menggunakan ISO rendah.
  • Apakah ada masalah jika Sobat mendapatkan Grain dalam foto? - Beberapa foto terkadang akan tampak lebih bagus dan dramatis dengan adanya GRAIN. Beberapa fotografer malah lebih menyukai sense fotografi yang dihasilkan dengan adanya NOISE atau GRAIN, dan untuk mendapatkannya tentu mereka dengan sengaja menggunakan pengaturan ISO yang relatif tinggi.
  • Seberapa maksimal gambar akan bisa diperbesar? - Satu alasan kenapa NOISE tidak terlihat pada LCD kamera digital adalah karena LCD terlalu kecil. Pixel dalam foto akan terlihat kecil juga dan GRAIN tidak bisa terlihat oleh mata. Sobat akan menyadari foto tersebut memiliki NOISE atau GRAIN ketika memperbesar hasil jepretan pada monitor yang lebih lebar atau cetak. Jika Sobat hanya akan menggunakan foto tersebut dalam ukuran kecil, maka kalian bisa mengesampingkan kemungkinan munculnya NOISE/GRAIN
Hal yang perlu diingat adalah, pengaturan ISO dalam kamera digital hanya bisa dilakukan ketika Sobat memotret menggunakan mode Manual atau Semi-Manual. Pada mode otomatis, kamera akan menentukan ISO terendah yang bisa diberikan untuk mendapatkan eksposure yang pas.

Resiko Penggantian setting ISO


Harap diingat juga bahwa dengan kerap merubah pengaturan ISO, maka Sobat harus juga memupuk kebiasaan untuk memeriksa pengaturan kamera setiap sebelum memotret. Fotografer kebanyakan sering kali kecewa setelah memotret karena sadar bahwa ISO yang digunakan adalah pengaturan untuk jepretan sebelumnya, dan kondisi cahaya telah berubah. Tentu akan membawa rasa frustasi ketika Sobat berpikir sedang memotret menggunakan ISO 100, tetapi nyatanya Sobat sedang menggunakan ISO 1600. Untuk mengatasi hal ini Sobat bisa memeriksa setiap kali sebelum memotret, tetapi tidak ada salahnya jika mengembalikan pengaturan ISO setiap kali sesudah memotret.


Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel InFotografi.com secara gratis melalui email :
Teknik Fotografi, Updated at: 9/17/2012 01:33:00 PM

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...