Sumber Online belajar teknik fotografi untuk pemula dan penyedia kaos bertema fotografi sebagai identitas Anda.

Selasa, 25 September 2012

Mengenal White Balance Dalam Fotografi


Fotografi Pemula - White Balance merupakan salah satu aspek dalam fotografi dimana banyak sekali pemilik kamera digital kurang mengerti serta mengetahui bagaimana menggunakannya, tetapi pokok bahasan ini bisa dikatakan sebagai hal yang 'layak' untuk dipelajari, karena akan memberikan dampak pada foto yang kalian ciptakan. Jadi bagi Sobat yang sampai detik ini masih menghindari White Balance, artikel ini sepertinya cukup menarik untuk disimak. InFotografi akan berusaha menyajikan sesederhana mungkin dan mudah untuk diikuti.

White balance

Alasan sederhana ketika merubah White Balance adalah untuk mendapatkan warna gambar atau foto seakurat mungkin. Lalu mengapa Sobat perlu warna foto yang benar? Sobat mungkin pernah menyadari, bahwa ketika mereview ulang hasil jepretan kalian, baik itu lewat LCD atau PC, foto kalian cenderung memiliki warna oranye, biru, kuning, dan lain-lain, Padahal obyek sebenarnya memiliki warna yang cukup normal. Alasan untuk hal yang terjadi di foto tersebut adalah sumber cahaya berbeda akan memiliki warna yang berbeda juga (atau temperatur). Pencahayaan Fluorescent akan menambahkan warna kebiruan pada foto, dan cahaya tungsten (incandescent) menambah unsur ke-kuningan ke dalam foto.

Kisaran pada beda temperatur berkisar dari cahaya yang sangat dingin pada langit biru hingga cahaya sangat hangat seperti pada lilin. Manusia pada umumnya tidak menyadari perbedaan temperatur ini, karena mata kita akan secara otomatis melakukan adaptasi. Kecuali pada cahaya dengan temperatur yang ekstrim, maka selembar kertas putih akan terlihat putih bagi kita. Kamera digital tidak memiliki kemampuan tersebut, dan tidak memiliki semacam kecerdasan untuk beradaptasi secara otomatis dan terkadang kita sebagai fotografer harus memberikan instruksi bagaimana kamera memperlakukan cahaya yang berbeda.

Merubah White Balance

Setiap kamera digital memiliki perlakuan yang bebedar dalam pengaturan White Balance, jadi Sobat perlu untuk membuka kembali buku manual dan membaca bagaimana mengoperasikan perubahan White Balance. Sobat mungkin juga sudah mengetahui hal ini, bahwa banyak kamera digital yang sudah dilengkapi fitur mode otomatis dan semi-otomatis, dan itu akan membantu kalian dalam melakukan perubahan White Balance.

Preset Pengaturan White Balance

Berikut ini merupakan beberapa fitur dasar pengaturan White Balance yang terdapat pada kebanyakan kamera digital:
  • Auto - Kamera menentukan tebakan pengaturan White Balance setiap jepretan yang diambil. Pengaturan ini mungkin akan berhasil di kebanyakan situasi pencahayaan, tetapi cobalah untuk sedikit ber-eksplorasi pada cahaya-cahaya yang lebih 'tricky'
  • Tungsten - Mode pengaturan ini biasanya dilambangkan dengan bohlam kecil, dan digunakan memotret di dalam ruangan (indoor), terutama pada pencahayaan tungsten (incandescent) seperti bohlam, secara umum akan 'mendinginkan' warna dalam foto.
  • Fluorescent - Mode ini menyeimbangkan cahaya 'dingin' dari Fluorescent, jadi bisa dikatakan akan 'menghangatkan' foto kalian.
  • Daylight/Sunny - Tidak semua kamera memiliki mode pengaturan White Balance ini, karena hampir sama dengan normal WB
  • Cloudy - Biasanya pengaturan ini secara umum akan memberikan sentuhan yang lebih 'hangat' dibandingkan mode Daylight.
  • Flash - Cahaya yang dihasilkan oleh flash kamera bisa jadi cukup 'dingin', jadi pengaturan ini akan menghangatkan warna pada hasil foto.
  • Shade - Cahaya yang ada pada shade (naungan) secara umum lebih dingin (Biru) dibandingkan memotret dibawah cahaya matahari langsung, jadi pengaturan ini akan sedikit menghangatkan.

Pengaturan White Balance Secara Manual.

Sobat akan mendapatkan hasil yang cukup akurat dengan mode pengaturan White Balance diatas , tetapi beberapa digital kemera juga memiliki pengaturan White Balance secara manual. Penggunaan pengaturan ini akan berbeda di setiap obyek dan kondisi, tetapi pada intinya yang Sobat lakukan adalah menginformasikan  kepada kamera seperti apa warna putih itu dalam kondisi pencahayaan saat itu, dengan begitu kamera akan mendapat referensi kira-kira seperti apa warna-warna yang lain. Sobat bisa melakukan hal ini dengan membeli sebuah white card atau grey card yang didesain khusus untuk melakukan pengaturan ini, atau Sobat bisa mencari beberapa benda yang bewarna sama di sekitar kalian memotret.

Dibawah ini merupakan contoh hasil pengaturan white balance secara manua, dimana pada foto pertama menggunakan mode pengaturan Auto White Balance. Sebagai gambaran kondisi cahaya pada saat memotretan menggunakan lampu bohlam dan pastinya akan menghasilkan foto yang cukup hangat atau bewarna kuning.

Foto kedua dilakukan dengan menggunakan pengaturan White Balance secara manual, caranya adalah dengan memotret kertas bewarna putih guna menginformasikan pada kamera seperti apa warna putih di kondisi ruangan tersebut. Kemudian cobalah memotret obyek yang sama, dimana Sobat akan menghasilkan foto dengan warna yang lebih 'benar' serta akurat dibandingkan foto yang pertama. Pengaturan White Balance secara manual ini tidak sulit untuk dilakukan, selama kalian sudah menguasai menu-menu yang ada di dalam kamera.


Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel InFotografi.com secara gratis melalui email :
Teknik Fotografi, Updated at: 9/25/2012 11:02:00 AM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...