Sumber Online belajar teknik fotografi untuk pemula dan penyedia kaos bertema fotografi sebagai identitas Anda.

Kamis, 04 Oktober 2012

Tips Setting Kamera Digital


Tips Fotografi - Kamera DSLR memungkinkan seseorang untuk mengambil banyak foto-foto sesuai dengan kreatifitas mereka, tetapi untuk mengerti serta memahami pengaturan kamera pasti membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi. Percaya atau tidak jika sobat ingin sekali segera menghasilkan foto yang bagus, hal ini mungkin akan membuat frustasi, tetapi bagaimanapun juga, satu-satunya cara adalah memastikan kamera kalian diatur dengan benar guna menghasilkan foto-foto seperti yang Sobat inginkan.

Setting kamera digital




Quality Control

Apakah Sobat pernah memperhatikan format file yang kalian gunakan dalam memotret? Apakah Sobat lebih memilih menggunakan format RAW daripada JPEG? Foto-foto yang diambil dengan menggunakan format RAW akan memiliki fleksibilitas lebih ketika melakukan paska produksi atau editing dengan perangkat lunak seperti Photoshop atau GIMP.

Gunakan ISO antara 100 sampai 400, dan cobalah untuk mendapatkan sensitifitas cahaya paling renda. Beberapa kamera digital akan menghasilkan Noise pada ISO tinggi. Noise biasanya dalam foto terlihat seperti butiran pasir

Ketika membicarakan White Balance, Sobat bisa membiarkannya otomatis, tetapi jika Sobat telah percaya diri perihal penggunaanya sesuai dengan kondisi pencahayaan saat memotret maka silahkan kalian atur lebih detail, seperti ke Tungsten atau Cloudy

Key Control

Aperture dan Shutter Speed bisa dikatakan sangat krusial. Dampak kombinasi dari Dua pengaturan ini tidak hanya pada jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa, tetapi juga pada bagaimana foto kalian akan dihasilkan.

Aperture mengendalikan Depth of Field dengan menentukan area mana saja yang akan terlihat tajam, jika Sobat memilih Depth of Field sempit dengan Foreground tajam dan Background blur, maka Sobat harus menggunakan Aperture lebar (contoh: f/2.8), dan begitu juga sebaliknya.

Shutter Speed mengontrol apakah obyek gerak terekam 'freeze' atau blur (baca artikel: Bagaimana membuat foto Blur). Semakin lambat Shutter Speed, maka akan ada lebih banyak motion blur yang tercipta.

Setting Kamera Digital


Pengaturan Mode Exposure yang Tepat

Kamera DSLR memberikan beberapa fitur mode exposure, dari full otomatis seperti yang ada di kamera saku, sampai ke full manual. Dua mode semi-otomatis yang paling populer dalam memberikan sisi kreatifitas adalah Aperture Priority dan Shutter Priority.

Aperture Priority memungkinkan kalian untuk memilih Aperture sesuai keinginan, dan kamera memilih Shutter Speed yang dibutuhkan secara otomatis. Pilih Shutter Priority jika kalian sudah mengetahui berapa kecepatan Shutter yang akan digunakan, dan kamera akan menangani pemilihan aperture untuk mendapatkan exposure yang pas. Sederhana bukan?

Gunakan Metering yang Tepat

Mode Metering akan tergantung pada kamera serta merk-nya, tetapi ada tiga macam metering yang umum terdapat pada sebuah kamera DSLR yaitu: Multi-zone, Centre-Weighted Average dan Spot. Mode Multi-Zone membaca cahaya dari keseluruhan area. Sangat cocok untuk kebutuhan sehari-hari dan akurat untuk kebanyakan situasi. Centre-Weighted Average membaca sebanyak sekitar 70% dari tengah frame, ideal untuk mengambil gambar Portrait. Metering Spot membaca hanya sebatas area kecil, oleh kerena itu metering ini sedikit sulit diaplikasikan oleh fotografer pemula.

Pengaturan AF dan Mode Drive

Kamera DSLR menawarkan beberapa mode fokus. Dua pengaturan fokus yang utama adalah Single-Servo untuk obyek diam, dan Continuous-Servo untuk obyek gerak. Kebanyakan kamera membolehkan penggunanya untuk menggunakan fokus secara manual.

Mode Drives memungkinkan kita untuk menentukan apakah kita akan mengambil foto dengan single frame setiap jepretan atau lebih dari satu jepretan selama kita menekan tombol Shutter.

Memanfaatkan Layar LCD.

Layar LCD bisa membuat kita memberikan salah penilain exposure jika kita tidak mengatur tingkat kecerahannya secara benar. Biasakan untuk mereview exposure sebuah foto menggunakan histogram atau tone chart. Sebuah grafik histogram yang cenderung memuncak di sisi kiri menandakan foto tersebut under-exposure, memuncak di sebelah kanan menandakan over-exposure.


Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel InFotografi.com secara gratis melalui email :
Teknik Fotografi, Updated at: 10/04/2012 04:38:00 PM

25 komentar:

  1. Trimakasih...ikut nyimak dan ijin saya link dari blog saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-Sama Sobat.. Dengan Senang Hati.. :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Salam Jepret Sob.. Thanks udah Mampir.. :)

      Hapus
  3. Sobak saya mau bertanya:
    Tipe Camera Saya Nikon D70 standart, kenapa lampu flash yang ada pada camera tidak dapat ditutup, mungkinkah ada salah dalam pengaturan atau mungkin dari sisi hardware yang mengalami problem.
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba langkah ini Sob: http://www.taphoto.com.au/blog/2010/7/D90-flash-won-t-stay-down-How-to-fix
      Kami kira cocok juga untuk Nikon D70s :)

      Hapus
  4. ni blog fotografi terbaik yg pernah aku temukan...Thanks for nice sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks... Semoga memberi manfaat bagi kita semua.. :) Happy Photography Learning..

      Hapus
  5. Gan bisa minta tutorial pengambilan gambar Nikon D3000

    BalasHapus
    Balasan
    1. Imho: sebenarnya walau setiap kamera terlihat berbeda, mereka memiliki dasar penggunaan serta pengoperasiaan yang sama.. alangkah baiknya jika Sobat membaca buku manual terlebih dahulu, dan menurut saya semua tips yang ada di blog ini bisa diaplikasikan di Nikon D3000. Salam :)

      Hapus
  6. sobat..saat saya memotret model di studio..kenapa ada bayangan model di belakang yaa...? ataw di background
    padahal saya sudah memakai pencahayaan lampu maximal dan iso 6400 f/5.6 dan 1/125s
    ataw bolehkah saya meminta informasi lebih detail? ini pin bb saya 25fc18ec
    -adi-

    BalasHapus
    Balasan
    1. arah jatuh bayangan atau shadow tidak disebabkan oleh intensitas cahaya maupun pengaturan kamera, tetapi lebih pada posisi sumber cahaya baik itu natural light atau artificial light, jadi coba reposisikan kembali sumber cahaya (lighting), atau sobat juga bisa mencoba gunakan backgroung light atau cahaya yang mengarah ke background.. Thanks..

      Hapus
  7. Saya ingin membeli sebuah kamera, bagi pemula yang ingin belajar kamera yang tepat seperti apa ya? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang bisa kami sarankan adalah membeli kamera dengan budget yang Sobat miliki.. :)

      Hapus
  8. sobat, pada saat saya memotret obyek yang bergerak kenapa backgroundnya jadi kayak di blur gitu ???? gimana caranya supaya obyek dan backgroundnya bisa beku ???? makasih sebelumnya . . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. berapa shutter speed yang Sobat gunakan? usahakan shutter speed yang Sobat gunakan cukup cepat untuk membekukan gerakan obyek. :)

      Hapus
  9. ingin menambah efek blur pada background, bagaimna ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dibaca di artikel ini Sobat >> http://www.infotografi.com/2012/10/menghasilkan-depth-of-field-tipis.html

      Hapus
  10. sobat ane masih pemain baru dalam photography .. saya mau dong tehkinik pengambilan gambar dari mulai mengatur iso , diafragma dan shuttersped nya saya menggunakan kamera CANNON EOS 550 D .. di tunggu yah sobat makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apapun kamera yang sobat gunakan, cara tepat untuk belajar adalah dengan menggunakan mode manual.. :) pelajari bagaimana sih mengkombinasikan aperture, shutter speed serta iso untuk mendapatkan exposure yang akurat? jika masih bingung bagaimana mengatur ketiga faktor tersebut, cobalah membuka buku manual.. :) salam..

      Hapus
  11. ." INGIN ngeblur bagroundnya saja bagaimana caranya,,,????????????

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dibaca di artikel ini Sobat >> http://www.infotografi.com/2012/10/menghasilkan-depth-of-field-tipis.html

      Hapus
  12. Saya masih baru di dunia fotografi. memotret di siang hari. biasanya memotret objek dan langit (awan) dalam satu frame biasanya objek akan terlihat gelap atau awan yg terlihat terlalu putih. bagaimana caranya memadukan? atau memang harus memakai software editing? mohon bantuannya.

    BalasHapus
  13. Sangat banyak membantu..terima kasih

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...